Senin, 14 September 2009

Obligasi

I. Definisi Obligasi / Surat Hutang

Obligasi adalah hutang / utang jangka panjang secara tertulis dalam kontrak surat
obligasi yang dilakukan oleh pihak berhutang yang wajib membayar hutangnya
disertai bunga (penerbit obligasi) dan pihak yang menerima pembayaran atau
piutang yang dimilikinya beserta bunga (pemegang obligasi) yang pada umumnya
tanpa menjaminkan suatu aktiva. Obligasi ketika pertama kali dijual dijual dengan
nilai par value.

Alasan para investor membeli obligasi adalah di mana obligasi memiliki
pembayaran keuntungan yang tetap pada periode tertentu serta fluktuasi harga
obligasi yang mengikuti arus tingkat bunga. Tingkat bunga yang meningkat akan
berdampak pada harga obligasi di pasar modal yang akan turun, dan begitu
sebaliknya.

II. Tingkatan Nilai Rangking Obligasi
Obligasi memiliki nilai masing-masing yang diberikan oleh perusahaan atau
lembaga khusus dengan menilai serta menganalisa tingkat kegagalan obligasi
tersebut. Nilai yang ada berkisar antara A, B, C dan D di mana masing-masing
nilai memiliki 3 sub nilai kecuali D, yaitu AAA,AA, A,BBB, BB, B, CCC, CC, C, D.

Nilai AAA adalah nilai yang tertinggi yang memberi keyakinan bahwa perusahaan
penjual obligasi mampu dengan baik mengembalikan utang beserta bunga seperti
yang dijanjikan. Sedangkan yang bernilai D menyatakan bahwa kemungkinan besar
penerbit obligasi tidak akan mampu membayar hutang beserta bunganya.

III. Jenis Obligasi

III.a Dari sisi penerbit:
o Corporate bond, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan;
o Government bond, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat;
o Municipal bond, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh Pemda.
III.b Sistem pembayaran :
o Zero coupon bond, yaitu obligasi yang tidak mewajibkan penerbitnya
membayar coupon (bungan) kepada pemegangnya.
o Coupon bond (fixed coupun bond & Floating coupon bond), yaitu obligasi
yang mewajibkan penerbit untuk membayar coupon (bunga) baik tetap
(fixed coupon bond) maupun bungan mengambang (floating coupon bond)
III.c Dari sisi Hak penukaran :
o Convertible bond , yaitu obligasi yang dapat ditukar dengan saham
penerbitnya (ditukar saham emiten)
o Exchangable bond , yaitu obligasi yang dapat ditukar dengan saham
afiliasi milik penerbit/emiten
o Callable bond , yaitu obligasi yang memberi hak kepada penerbitnya
untuk melakukan penarikan/pelunasan pada waktu tertentu(waktu penarikan
biasanya sudah diatur dalam perjanjian waktu penerbitan obligasi)
o Putable bond , yaitu obligasi yang memberikan hak kepada
pemilik/pemegang untuk menukarkan/meminta pelunasan kepada
penerbit/emiten.
III.b Dari sisi Jaminan :
Secure bond , yaitu obligasi yang dijamin pelunasannya dengan assets
tertentu.
§ Guaranteed bond , jika penjaminnya adalah pihak III
§ Mortgage bond , jika dijamin dengan real properties (: gedung)
§ Collateral trust bond, jika dijamin dengan surat berharga (sekuritas,
receivables) Unsecured bond (Debentures), yaitu obligasi yang tidak
dijamin oleh assets tertentu.

IV. HARGA OBLIGASI
Harga obligasi adalah suatu harga apabila kita ingin membeli atau menjual
obligasi di pasar modal baik melalui transaksi bursa maupun OTC. Beberapa hal
yang mempengaruhi harga obligasi adalah :
Nominal, yaitu harga obligasi sebagaimana pada waktu penerbita.
Tingkat bunga, yaitu tingkat bunga yang umum berlaku dalam masyarakat sebagai
pembanding kupon (bunga) obligasi.
Periode pembayaran bunga, yaitu periode waktu dimana penerbit melakukan
pembayaran kupo . Biasanya 3 bulanan atau 6 bulanan.
Jangka waktu jatuh tempo yaitu jangka waktu sejak obligasi diterbitkan sampai
dilunasi oleh penerbitnya.

Contoh :
Nominal obligasi =Rp 1000 ;
Kupon = 10%/th
Periode pembayaran setiap 6 bulan, dengan jatuh tempo 20 tahun

Jika tingkat bunga yang berlaku umum adalah 11%/tahun, maka harga obligasi :
P = C/(1+r) + C/(1+r)2 ……C/(1+r)n + M/(1+r)n
P = 50/(1+0.055) + 50/(1+0.055)2 …..+50/(1+0.055)40 + 1000/(1+0.055)40 = 919.77
(harga di bawah nominal disebut at discount)

Jika required yield 10%/tahun (sama dengan kupon), maka harga obligasi :
P = C/(1+r) + C/(1+r)2 ……C/(1+r)n + M/(1+r)n
P = 50/(1+0.05) + 50/(1+0.05)2 …..+50/(1+0.05)40 + 1000/(1+0.05)40 = 1000 (harga
sama persis dengan nominal disebut at par)

Jika required yield 6.8%/tahun, maka harga obligasi :
P = C/(1+r) + C/(1+r)2 ……C/(1+r)n + M/(1+r)n
P = 50/(1+0.034) + 50/(1+0.034)2 …..+50/(1+0.034)40 + 1000/(1+0.034)40 =
1.347,04 (harga di atas nominal disebut at premium)

Dari contoh di atas nampak semakin tingi tingkat bunga umum (required yied),
maka harga obligasi semakin turun.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cari Tahu...

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget

Daftar Buku

  • DASAR-DASAR MANAJEMEN-YAYAT M HERUJITO
  • MANAJEMEN JILID II EDISI BAHASA INDONESIA- STONER&FREEMAN
  • METODE STATISTIKA UNTUK BISNIS&EKONOMI-Sugiarto
  • PENGANTAR TEORI Mikroekonomi EDISI KEDUA-SADONO SUKIRNO

Banner


FORUM DISKUSI Copyright © 2009 Community is Designed by Bie

world.gif Pictures, Images and Photos