Kamis, 10 September 2009

Nasionalisme

I. Pengertian
Nasionalisme berasal dari kata ‘nation’ (Inggris) yang berarti bangsa.

I.a Menurut Ensiklopedia
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara
(dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk
sekelompok manusia.

I.b Menurut Ernest Renan
Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.

I.c Menurut Otto Bauar
Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan
senasib.

I.d Menurut Hans Kohn
Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan
perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran
nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Dan kesadaran nasional inilah yang membentuk
nation dalam arti politik, yaitu negara nasional.

I.e Menurut Dr. Hertz
Dalam bukunya yang berjudul "Nationality in History and Politics" mengemukakan empat unsur
nasionalisme, yaitu:
I.e.1 Hasrat untuk mencapai kesatuan.
I.e.2 Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.
I.e.3 Hasrat untuk mencapai keaslian.
I.e.4 Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.
Dari definisi itu nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang:
a. memiliki cta-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan;
b. memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan;
c. memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama;
d. menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah; dan
e. teroganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu
masyarakat hukum.

I.f Menurut Louis Sneyder
Nasionalisme adalah hasil dari perpaduan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan
intelektual.

I.g Menurut L. Stoddard
Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di
mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam
suatu bangsa.

II. Bentuk Nasionalisme
Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan
negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi.
Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan
sebahagian atau semua elemen tersebut. Berikut ini adalah beberapa bentuk nasionalisme dan
penjabarannya:

II.a Nasionalisme Kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil)
adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan
aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun
oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal
adalah buku berjudulk Du Contract Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia "Mengenai Kontrak
Sosial").

II.b Nasionalisme etnis
Sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal
atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang
memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat").

II.c Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas)
Lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara
semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme.
Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati
idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik.
Misalnya "Grimm Bersaudara" yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah
yang berkaitan dengan etnis Jerman.

II.d Nasionalisme Budaya
Sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan
bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya. Contoh yang terbaik
ialah rakyat Tionghoa yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. Unsur ras
telah dibelakangkan di mana golongan Manchu serta ras-ras minoritas lain masih dianggap
sebagai rakyat negara Tiongkok. Kesediaan dinasti Qing untuk menggunakan adat istiadat
Tionghoa membuktikan keutuhan budaya Tionghoa. Malah banyak rakyat Taiwan menganggap
diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak RRC karena
pemerintahan RRT berpaham komunisme.

II.e Nasionalisme kenegaraan
Variasi dari nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis.
Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak
universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan
prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu
argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri.
Contoh biasa ialah Nazisme, serta nasionalisme Turki kontemporer, dan dalam bentuk yang
lebih kecil, Franquisme sayap-kanan di Spanyol, serta sikap 'Jacobin' terhadap unitaris
dan golongan pemusat negeri Perancis, seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia, yang
secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraan (equal rights) dan lebih otonomi
untuk golongan Fleming, dan nasionalis Basque atau Korsika. Secara sistematis, bila mana
nasionalisme kenegaraan itu kuat, akan wujud tarikan yang berkonflik kepada kesetiaan
masyarakat, dan terhadap wilayah, seperti nasionalisme Turki dan penindasan kejam
terhadap nasionalisme Kurdi, pembangkangan di antara pemerintahan pusat yang kuat di
Spanyol dan Perancis dengan nasionalisme Basque, Catalan, dan Corsica.

II.f Nasionalisme agama
Sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama.
Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme
keagamaan. Misalnya, di Irlandia semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama
mereka yaitu Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai
BJP bersumber dari agama Hindu.
Namun demikian, bagi kebanyakan kelompok nasionalis agama hanya merupakan simbol dan
bukannya motivasi utama kelompok tersebut. Misalnya pada abad ke-18, nasionalisme
Irlandia dipimpin oleh mereka yang menganut agama Protestan. Gerakan nasionalis di
Irlandia bukannya berjuang untuk memartabatkan teologi semata-mata. Mereka berjuang untuk
menegakkan paham yang bersangkut paut dengan Irlandia sebagai sebuah negara merdeka
terutamanya budaya Irlandia. Justru itu, nasionalisme kerap dikaitkan dengan kebebasan.

III. Makna Nasionalisme
Makna Nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung
cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan
penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat,
bangsa dan negaranya.

Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan
negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti
kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada bangsa dan negara lain. Kita tidak boleh
memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus mengembangkan
sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain.


sumber : diambil dari berbagai sumber

Pertemuan I

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cari Tahu...

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget

Daftar Buku

  • DASAR-DASAR MANAJEMEN-YAYAT M HERUJITO
  • MANAJEMEN JILID II EDISI BAHASA INDONESIA- STONER&FREEMAN
  • METODE STATISTIKA UNTUK BISNIS&EKONOMI-Sugiarto
  • PENGANTAR TEORI Mikroekonomi EDISI KEDUA-SADONO SUKIRNO

Banner


FORUM DISKUSI Copyright © 2009 Community is Designed by Bie

world.gif Pictures, Images and Photos